Sabtu, 20 April 2013

Lomba puisi dengan Berbahasa Arab di ALF (Al-Arabiyyah Lil Funun)


 النقود الورقية المسببة اعمى العيون الأمة الاندونيسية
ماذا ترى مني....؟
المال ..؟ هذا النقود الورقية ..؟ هل هذا ما تراه؟
و من الاعراق الاولاد يرطب راية الوطن الاندونيسى
راية الوطن الأحمار وَالأبْيٰض
ترفرف راية وطنى
تقاتل الحزن والمعاناة من أجل حرية إندونيسيا
طباعة رقة المال الذي المارون عديم اللون،
هناك الآن في قبضة يدي
الآن مطوية، ولكن في بعض الأحيان يكون ممزق
على ما يبدو أنها كانت النقود الورقية، التى تحريضية كلتا العينين للأمة الإندونيسية
القيمة الخاصة به، في بعض الأحيان أعمى روح الأمة إندونيسيا
ركض بعض الناس للحصول عليه
أنها ليست سهلة، وليس من الصعب الحصول على بلده
الآن كل شيء التى حرام... غمرت المياه البلد إندونيسيا
ومنذ أزمة الأخلاق أنه أمر مخيف جداً
أن المال يذهب أينما
هذا المال... التسلل في أي وقت
الأموال غير مشروعة فإنه يواصل تسميم الحياة إندونيسيا
من أيدي إلى رمي له من الأنانية
قرر سلسلة من التآخي
ان دمر الأخلاق المتحضرة
الأموال غير المشروعة المنتشرة في إندونيسيا يلتقي في كل مكان
ومنذ أزمة الأخلاق التي أمر فظيع جداً
الله يفهم...
قد يكون صحيحاً من الصعب اجتياز المسار في الحياة
لكنه سوف تتوقف، لمرافقة دائماً
وتعطي أي شيء ملموس
لا ما هو أكثر لتعطي
ولكن ما هو أكثر قابلية للفهم
Oleh : Rizhuka Arfheinia

Sabtu, 13 April 2013

Team Marawis dan Hadroh Santri Putra/Putri Sabilussalam


Tim Marawis/Hadroh Santri Putra-Putri Sabilussalam

TEAM MARAWIS PUTRI                                  TEAM HADRaH PUTri
Siti Nurjannah                                                             Rizka Arfeinia
Rizka Arfeinia                                                             Ocha Masmuhah
Sherli Zulianawati                                                      Inayah
Rizki Wahyuning Esa                                                Ulfah Zakiyah
Khamisah Majid                                                           Ina
Liza Nur Amalia                                                         Atiqoh
Fika Nurafah                                                                Salwa
Ocha Masmuhah                                                           Anis
Nur Aisyah Halim                                                 
Dita
Risna

Team marawis putra                               Team hadrah putra 
Ahmad nugraha                                                      Sufyan syafi’i
Rahmatullah tiflen                                                 Ahmad sajali yusuf
Ari hidayat                                                               Ahmad haidir
Huda                                                                          Hafidz
Ilham                                                                          M Mizan sya’roni
Haitami                                                                     Ajat sudrajad
Maulana                                                                    Udy harianto 
Farid
Lukman
M Mizan sya’roni

NB: Jangan pada males-males latihan yaa cemaan cemaaaan…..!!!!
Bagi yang mau ikiutan.. lapor aja sama bagian orseninya. Hehe
Nanti di cantumin. Oke.? ^_^
untuk team marawis latihan pada hari rabu sore jam:16:30
untuk team hadroh latihan pada hari kamis sore jam:16:30.


Sejarah Pesantren Luhur Sabilussalam


Sejarah Berdiri dan Tujuan didirikannya Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat

Membahas tentang sejarah berdirinya Pesantren Luhur Sabilussalam tidak dapat dipisahkan dari sejarah Yayasan Islam Sabilussalam. Selain karena pesantren luhur ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Islam Sabilussalam, juga dikarenakan sejak awal berdirinya para pendiri Yayasan ini tidak langsung membentuk pesantren, akan tetapi didahului oleh Madrasah Diniyyah dan Raudhatul Athfal (TK). Oleh karena itu, sebelum masuk dalam pembahasan latar belakang berdirinya Pesantren Luhur Sabilussalam, penulis hendak menjelaskan sejarah Yayasan Islam Sabilussalam terlebih dahulu.
Yayasan Islam Sabilussalam berkedudukan di Kecamatan Ciputat kabupaten Tangerang Banten. Yayasan ini didirikan pada tanggal 24 Oktober 1981 dengan akte notaris No. 23 tertanggal 12 November 1981 dengan Notaris R. Soerojo Wongsiwidjojo, SH. Berdiri di atas lahan tanah seluas 710 m2 (tujuh ratus sepuluh meter persegi) yang awalnya hasil wakaf dari tanah bekas milik adat. Yayasan ini merupakan wadah bagi penyelenggaraan pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.
Pendirian yayasan ini diprakarsai oleh beberapa orang dari tenaga pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Ciputat (saat ini telah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)) dan beberapa warga masyarakat Kampung Utan Ciputat. Adapun susunan Badan Pendiri Yayasan tersebut antara lain:
1. Prof. Dr. H.A.R. Partosentono, sebagai Ketua.
2. Prof. Drs. H. Chatibul Umam sebagai Anggota
3. Drs. H. Muchsin Idham sebagai Anggota
4. Drs. H. Ibrahim Gade sebagai Anggota
5. Drs. H. Mohammad Mansyur sebagai Anggota
6. H. Ir. A. Sjofjan sebagai Anggota.
7. J. Rosyadi sebagai Anggota
Latar belakang berdirinya yayasan ini karena semata-mata mereka terpanggil dan merasa bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak dan masyarakat sekitarnya maupun masyarakat luas. Pendirian yayasan ini juga ikut membantu program pemerintah dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya.
Pertambahan penduduk Indonesia yang setiap tahun mengalami kenaikan, perlu diimbangi dengan penambahan lembaga-lembaga pendidikan dan dakwah yang sesuai dengan kemajuan zaman guna mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam memerlukan pendidikan yang memadai dan dapat dijangkau berbagai lapisan masyarakat. Pembangunan sosial ekonomi harus diimbangi juga dengan pembangunan mental spiritual, supaya terdapat keserasian dan keseimbangan. Pesatnya perkembangan teknologi harus dapat diikuti oleh umat Islam supaya tidak tertinggal dalam zamannya, hal ini memerlukan pendidikan tertentu.
Didirikannya yayasan ini oleh para pemuka masyarakat di daerah kampung Utan desa Cempaka Putih kecamatan Ciputat kabupaten Tangerang, adalah didasarkan pada masa lalu, kini maupun masa yang akan datang. Peranan ini membawa banyak perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Islam memperlakukan pendidikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Khusus untuk lembaga pendidikan pesantren, baru dibuka pada tahun 1994 untuk tahun ajaran 1994-1995. Cita-cita pendirian pesantren mahasiswa ini telah ada jauh sebelum Yayasan dibentuk (sekitar tahun 1980-an), yaitu berawal dari cita-cita Bapak H.M. Mansyur, salah satu pendiri Yayasan Islam Sabilussalam. Ketika masih menjalani studi S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia bersama teman-temannya dari Jurusan Bahasa Arab (antara lain: H.D. Hidayat, S. Shodikin, dan Fahrurrozi) memiliki kegiatan dakwah keliling melalui pengajian mingguan secara bergilir di sekitar daerah Kampung Utan desa Cempaka Putih kecamatan Ciputat. Dari jalan dakwah itulah akhirnya ada salah seorang warga yang mewakafkan tanahnya untuk kepentingan dakwah. Sebidang tanah itulah yang saat ini berdiri Yayasan Islam Sabilussalam, yang di dalamnya terdapat Raudhatul Athfal (TK) (didirikan pada tahun 1982), Madrasah Diniyyah (berdiri: tahun 1988), dan akhirnya pada periode 1991-1993 dibangun gedung Pesantren Luhur Sabilussalam. Sejak dibuka pada tahun 1994 hingga saat ini pesantren tersebut telah mewisuda 12 angkatan.
Selain itu, faktor lain didirikannya pesantren Luhur Sabilussalam ini adalah para pendiri merasakan sangat kurangnya sarjana Islam yang memiliki kemampuan memadai dalam membaca dan memahami khazanah/literatur keagamaan yang berbahasa Arab. Akibatnya sering terdengar sajian dalam berbagai diskusi memahami/mengemukakan tentang agama secara parsial/tidak utuh, sehingga berakibat banyak mengundang reaksi dari masyarakat, disamping itu berakibat kurang tajamnya penelitian dan analisis mereka karena kekurang-bacaan buku-buku dimaksud.
Adapun tujuan didirikannya Pesantren Luhur Sabilussalam, antara lain:
1. Membantu usaha Pemerintah Republik Indonesia dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.
2. Membangun manusia Indonesia yang sejahtera, berpengetahuan luas, berakhlak luhur, beramal ikhlas, cinta kepada nusa, bangsa, dan agama serta bertaqwa kepada Allah SWT.
3. Mencetak pemikir Islam yang mampu memahami dan mengaplikasikan hasil karya ulama-ulama besar dari zaman klasik, pertengahan, maupun zaman kontemporer yang terdapat pada buku-buku yang berbahasa Arab.
4. Mendidik kader ulama yang mendalami (takhassus) ilmu keagamaan dan kebahasaaraban, karena semakin langkanya ulama pada dewasa ini.
Dalam pada itu status Pesantren Luhur ini merupakan badan otonom Yayasan Islam Sabilussalam Ciputat. Namun pengelolaannya secara tekhnik operasional di bawah lembaga Pesantren Luhur Sabilussalam, dan secara administratif di bawah Yayasan Islam Sabilussalam.

Sejarah Pesantren Luhur Sabilussalam


Sejarah Berdiri dan Tujuan didirikannya Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat

Membahas tentang sejarah berdirinya Pesantren Luhur Sabilussalam tidak dapat dipisahkan dari sejarah Yayasan Islam Sabilussalam. Selain karena pesantren luhur ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Islam Sabilussalam, juga dikarenakan sejak awal berdirinya para pendiri Yayasan ini tidak langsung membentuk pesantren, akan tetapi didahului oleh Madrasah Diniyyah dan Raudhatul Athfal (TK). Oleh karena itu, sebelum masuk dalam pembahasan latar belakang berdirinya Pesantren Luhur Sabilussalam, penulis hendak menjelaskan sejarah Yayasan Islam Sabilussalam terlebih dahulu.
Yayasan Islam Sabilussalam berkedudukan di Kecamatan Ciputat kabupaten Tangerang Banten. Yayasan ini didirikan pada tanggal 24 Oktober 1981 dengan akte notaris No. 23 tertanggal 12 November 1981 dengan Notaris R. Soerojo Wongsiwidjojo, SH. Berdiri di atas lahan tanah seluas 710 m2 (tujuh ratus sepuluh meter persegi) yang awalnya hasil wakaf dari tanah bekas milik adat. Yayasan ini merupakan wadah bagi penyelenggaraan pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.
Pendirian yayasan ini diprakarsai oleh beberapa orang dari tenaga pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Ciputat (saat ini telah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)) dan beberapa warga masyarakat Kampung Utan Ciputat. Adapun susunan Badan Pendiri Yayasan tersebut antara lain:
1. Prof. Dr. H.A.R. Partosentono, sebagai Ketua.
2. Prof. Drs. H. Chatibul Umam sebagai Anggota
3. Drs. H. Muchsin Idham sebagai Anggota
4. Drs. H. Ibrahim Gade sebagai Anggota
5. Drs. H. Mohammad Mansyur sebagai Anggota
6. H. Ir. A. Sjofjan sebagai Anggota.
7. J. Rosyadi sebagai Anggota
Latar belakang berdirinya yayasan ini karena semata-mata mereka terpanggil dan merasa bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak dan masyarakat sekitarnya maupun masyarakat luas. Pendirian yayasan ini juga ikut membantu program pemerintah dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya.
Pertambahan penduduk Indonesia yang setiap tahun mengalami kenaikan, perlu diimbangi dengan penambahan lembaga-lembaga pendidikan dan dakwah yang sesuai dengan kemajuan zaman guna mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam memerlukan pendidikan yang memadai dan dapat dijangkau berbagai lapisan masyarakat. Pembangunan sosial ekonomi harus diimbangi juga dengan pembangunan mental spiritual, supaya terdapat keserasian dan keseimbangan. Pesatnya perkembangan teknologi harus dapat diikuti oleh umat Islam supaya tidak tertinggal dalam zamannya, hal ini memerlukan pendidikan tertentu.
Didirikannya yayasan ini oleh para pemuka masyarakat di daerah kampung Utan desa Cempaka Putih kecamatan Ciputat kabupaten Tangerang, adalah didasarkan pada masa lalu, kini maupun masa yang akan datang. Peranan ini membawa banyak perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Islam memperlakukan pendidikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Khusus untuk lembaga pendidikan pesantren, baru dibuka pada tahun 1994 untuk tahun ajaran 1994-1995. Cita-cita pendirian pesantren mahasiswa ini telah ada jauh sebelum Yayasan dibentuk (sekitar tahun 1980-an), yaitu berawal dari cita-cita Bapak H.M. Mansyur, salah satu pendiri Yayasan Islam Sabilussalam. Ketika masih menjalani studi S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia bersama teman-temannya dari Jurusan Bahasa Arab (antara lain: H.D. Hidayat, S. Shodikin, dan Fahrurrozi) memiliki kegiatan dakwah keliling melalui pengajian mingguan secara bergilir di sekitar daerah Kampung Utan desa Cempaka Putih kecamatan Ciputat. Dari jalan dakwah itulah akhirnya ada salah seorang warga yang mewakafkan tanahnya untuk kepentingan dakwah. Sebidang tanah itulah yang saat ini berdiri Yayasan Islam Sabilussalam, yang di dalamnya terdapat Raudhatul Athfal (TK) (didirikan pada tahun 1982), Madrasah Diniyyah (berdiri: tahun 1988), dan akhirnya pada periode 1991-1993 dibangun gedung Pesantren Luhur Sabilussalam. Sejak dibuka pada tahun 1994 hingga saat ini pesantren tersebut telah mewisuda 12 angkatan.
Selain itu, faktor lain didirikannya pesantren Luhur Sabilussalam ini adalah para pendiri merasakan sangat kurangnya sarjana Islam yang memiliki kemampuan memadai dalam membaca dan memahami khazanah/literatur keagamaan yang berbahasa Arab. Akibatnya sering terdengar sajian dalam berbagai diskusi memahami/mengemukakan tentang agama secara parsial/tidak utuh, sehingga berakibat banyak mengundang reaksi dari masyarakat, disamping itu berakibat kurang tajamnya penelitian dan analisis mereka karena kekurang-bacaan buku-buku dimaksud.
Adapun tujuan didirikannya Pesantren Luhur Sabilussalam, antara lain:
1. Membantu usaha Pemerintah Republik Indonesia dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.
2. Membangun manusia Indonesia yang sejahtera, berpengetahuan luas, berakhlak luhur, beramal ikhlas, cinta kepada nusa, bangsa, dan agama serta bertaqwa kepada Allah SWT.
3. Mencetak pemikir Islam yang mampu memahami dan mengaplikasikan hasil karya ulama-ulama besar dari zaman klasik, pertengahan, maupun zaman kontemporer yang terdapat pada buku-buku yang berbahasa Arab.
4. Mendidik kader ulama yang mendalami (takhassus) ilmu keagamaan dan kebahasaaraban, karena semakin langkanya ulama pada dewasa ini.
Dalam pada itu status Pesantren Luhur ini merupakan badan otonom Yayasan Islam Sabilussalam Ciputat. Namun pengelolaannya secara tekhnik operasional di bawah lembaga Pesantren Luhur Sabilussalam, dan secara administratif di bawah Yayasan Islam Sabilussalam.

About Inspiration



Aku, Cinta, dan Inspirasi.
Mengenal sosok aku. Aku bukanlah siapa-siapa. Melainkan aku adalah manusia biasa yang sederhana dengan keterbatasan kemampuanku. Secercah cahaya menghadirkanku sebuah rasa. Yang tak pernah ku rasakan dan tak dapatku duga kini aku terasa lebih normal dengan manusia-manusia yang lainnya. Karena aku memiliki cinta. menganal kata cinta banyak arti yang dapat kita ambil dalam cakupan luas. Apa sih itu cinta…? cinta adalah pengorbanan.? Kasih sayang? Ketulusan..? kejujuran..? atau pemberi warna..?
Aku..
Manusia biasa..
Ku mengenal cinta, ia..
Adalah pelangi.. yang dapat memberikan warna pada setiap episode fikiranku yang bersambumng dalam kkisah inspirasi yang kini menjadi sebuah karya dalam kata yang penuh makna. Kemampuan yang terbatas bisa kita lampaui dengan cinta. karya dengan cinta segalanya akan terasa lebih mudah. Hmm kalau gitu sama saja cinta bisa dikatakan dengan ‘keikhlasan’ dong..? karena dengan keikhlasan segalanya akan terasa lebih ringan. Hmmm, keterkaitan dengan semua itu sebenarnya ada 1 yang perlu kita ketahui dengan pemahaman sebuah inspirasi. “kaulah inspirasiku” hahaha bagi seseorang yang sulit sekali mendapatkan inspirasi, maybe bisa mendapatkan sebuah inspirasi dari sebuah ‘motivasi’ orang lain. Misalanya orang tua kah? Pacar? Atau bahkan sahabat kita.. ^_^
Tapi bagiku..
Segala yang menjadikan sukses demi harinya hingga ku dapat hidup dan bernafas. Dan mendapatkan ku kalau aku ingat dengan kalian. Itu lebih dari sekedar inspirasi, melainkan kaulah hidupku,, 

The First of Word

Opening of Blogger ORSENI SABILUSSALAM

Assalamu’alaikum.. 
sahabat akhwat dan ikhwan yang mudah-mudahan masih diberikan kesenangan, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesehatan yang Allah berikan demikian tak terhingganya sehingga kawan-kawan sekalian dapat menemukan dan sempat membaca muqodimah atau bisa dibilang pembukaan dalam memulai pembuatan blogger meliputi bidang ‘ORSENI’ di pondok mahaluhur sabilussalam. Sholawat beserta salam marilah kita haturkan pada pemuda pejuang agama kita, pangeran panglima besar kita, pembela kebenaran, pejuang pembawa cahaya yang membawa kita dari jaman kemagruman hingga jaman haji jamal 3 kali. Itulah dimana manusia semakin mengetahui perubahan-perubahan dalam era globalisasi siklus gelap hingga menjadi siklus yang amat terak menyala cetar ceter begini. Subhanallah…
Sahabatku,  yang insya Allah masih dimuliakan Allah..
Dalam hidup kita mengenal warna, mengenal rasa, dan mengenal raba. Memaknai hidup memang terkadang mengenal waktu, dan terkadang pula tidak mengenal waktu. Keduanya bercampur aduk hingga demikian menjadi sebuah oase dalam kehidupan. Fatamorgana sering kali kita jumpai pada cahaya-cahaya yang demikian merabunkan lensa dalam mata kita. Semua seakan membutakan sinyal-sinyal yang mampu terlihat, hingga menjadi buram. Dalam kegelapan kita mengenal arti cahaya yang berarti. Namun di dalam kehidupan ada awan mendung dan ada awan di antara kegelapan senja dan malam. Kunang-kungan mengajarkanku arti sebuah kerlipan dunia yang sangat nyata kecil dan berkilau. Mendung dan matahari terkadang saling berkaitan namun keduanya dapat menciptakan keindahan, ketika sang butiran air dari langit turun lalu cahaya datang menjemput pelangi yang indah nan mempesona. Itulah bagaimana manusia seperti pelangi yang menjulang tinggi dan bewarna penuh imajinasi…!!!
Kumpulan warna dan kreasi pada pelangi itu adalah inspirasi. Dari kekuatan imajinasi kita bisa mengumpulkan sebuah karya dalam diri kita. Kita bisa mengambil sebuah kejadian, pengamalan, moment hidup, bacaan, kenangan, dan kisah-kisah sejarah penting yang dapat kita jadikan bahan modal dalam menggali sebuah potensi dalam hidup. Entah mungkin dalam jarak dekat atau jauh, entah mungkin dari semenjak kecil atau bahkan menunggu tua, entah sampai kapanpun, sebuah imajinasi, sebuah karya, sebuah ciptaan baru nan unik dari tangan, atas dasar hati kita, kita mampu membuat sebuah karya apabila kita mau, mampu, dan berusaha. Oleh karena itu, demi radar-radar yang bersinyal edge, kadang ada kadang ngga ada. Ayooo pilih simpati biar senengnyaa pooool…!! Hahahaha.
*magruuum…*
Pokoknya maaah… biar kita bisa menggapainya, kita harus bisa mengatur pola diri kita dulu. Baru bisa mengatur dunia. Dunia mu…duniaku…menjadi satu. Eciiiieh… :D

Wassalam. ^_^